Bisa Mengatasi Masalah dan Menjadi Sukses dengan Guru Kesuksesan

Kehidupan manusia laksana aliran air sungai, kemana pun mengalir kita akan  mengikutinya, kecuali prinsip hidup yang kuat dapat menahan kita di suatu titik tertentu. Disitulah hidup kita bermula dan berjalan sesuai dengan perjuangan yang telah kita korbankan. Manusia terlahir sebagai makhluk yang berakal dan berbudi sehingga segala hal yang terjadi pada dirinya telah terpikir secara matang, beserta berbagai konsekuensi yang akan terjadi. Hal tersebut melingkupi roda kehidupan yang bermula semenjak manusia dilahirkan, tumbuh menjadi anak-anak hingga semakin dewasa di saat remaja. Pendewasaan ini berujung ketika kematangan mental dan fisik mendorongnya untuk memilih seorang pasangan hidup yang telah ditentukan oleh Sang Maha Rahim. Mereka hidup bersama dalam jalinan yang kuat hingga melewati masa tua dan akhirnya dipisahkan oleh kematian. Beragam permasalahan yang muncul dalam kehidupan tidak jarang menimbulkan peristiwa yang tidak diharapkan. Berpengaruh atau tidak, semua itu  tergantung dari masing-masing individu dalam menyikapinya.

Ibu lusi adalah seorang wanita asal semarang yang mandiri, pantang menyerah dan selalu bersemangat. Pada usia yang ke 24 dia mampu membuat usaha catering yang di rintisnya sejak lulus SMK di jurusan Tata boga, dia melayani jasa catering untuk acara-acara pernikahan, kantor dan lain lainnya, ia mengambangkan karirnya hingga memiliki 10 karyawan. Ibu lusi mampu menghidupi dirinya sendiri dan menghidupi karyawannya.

Kodratnya manusia yang diciptakan berpasang – pasang akhirnya ibu lusi menemukan tambatan hatinya, dialah Bapak Arif, Bapak arif adalah karyawan pada salah satu perusahaan yang menjadi langganan catering ibu lusi, mereka sering bertemu pada saat ibu lusi mengantarkan catering ke kantor Bapak arif, Mungkin karena memang frekuensi pertemuan yang tidak jarang, akhirnya keduanya saling suka dan menjalin hubungan khusus selama lebih kurang 2 tahun. Setelah lama berpacaran, akhirnya di usia 26 tahun, bu lusi menikah dengan pria itu atas restu kedua orang tuanya.

Selayaknya bunga yang sedang mekar, kehidupan tahun pertama pernikahan selalu dipenuhi dengan kasih sayang dan keharmonisan. Mereka hidup bahagia, bahkan dikaruniai seorang anak laki-laki yang membuat kehidupan mereka lebih bermakna. Usaha catering bu lusi juga deras dengan rezeki, begitu pula dengan penghasilan suaminya yang semakin meningkat akibat kegigihannya dalam mencapai target yang diharapkan perusahaan.

Hari demi hari telah mereka lewati dengan kebersamaan dan kebahagiaan. Kehidupan manusia di dunia ini selalu berputar dan tidak jarang terdapat batu sandungan yang menghambat langkah kita. Seiring berjalannya waktu, bu Lusi mengalami permasalahan yang membuatnya hampir putus asa. Catering yang telah dirintisnya mengalami kemunduran sehingga penghasilan pun menurun drastis. Hal ini berimbas kepada sang suami yang harus mengeluarkan uang lebih dibandingkan sebelumnya. Bu Lusi pun hanya bisa berpasrah dan berdoa agar Tuhan memberikannya kemudahan hidup dan kelancaran rezeki seperti sebelumnya. Ia tidak memiliki kemampuan yang lain, selain keahliannya di bidang jasa kecantikan.

Seperti halnya mesin yang terus dipaksa bekerja, pada akhirnya mesin itu akan bekerja semakin lambat, mengalami penurunan kualitas kerja bahkan pada akhirnya mati total. Itulah yang dialami oleh Pak Arif sebagai satu-satunya orang yang menjadi tulang punggung keluarga. Penghasilannya semakin menurun dan kebutuhan pun semakin meningkat. Dari biaya sekolah sampai makan untuk keluarga dia usahakan dengan memeras keringat setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tersebut,  sedangkan catering bu Lusi telah bangkrut dan akhirnya ditutup. Begitu tragis kehidupan mereka, bahkan untuk memenuhi kebutuhan primer pun terasa sangat sulit.

Dalam situasi yang pelik tersebut, energi negatif dapat dengan mudah masuk kedalamnya dan menambah keruh suasana. Hal itulah yang dialami oleh keluarga bu Lusi. Dalam situasi tidak berdaya, bu Lusi kembali harus menanggung derita dalam hidupnya. Bukan karena masalah ekonomi, namun ini menyangkut kehidupan rumah tangganya yang telah ia bangun sejak lama. Mungkin karena dilanda tekanan hidup yang begitu kuat, Pak Arif mencoba menghapus kegundahannya tersebut dengan melirik wanita idaman lain. Ternyata setelah ditelusuri, wanita itu adalah mantan karyawan yang dulunya juga bekerja satu perusahaan dengan Pak Arif . Kedekatan mereka sebenarnya telah diketahui bu Lusi sejak awal namun hanya diperkirakan sebatas teman. Memang, pada awalnya mereka hanya berteman, namun seiring berjalannya waktu, bu Lusi mendapati sendiri bukti hubungan khusus mereka lewat sms di HP suaminya yang kebetulan tidak sengaja dibaca oleh bu Lusi. Sungguh laku hidup yang sangat berat, ibarat pepatah mengatakan ”sudah jatuh, tertimpa tangga pula.”

Kedekatan mereka ternyata tidak pudar, sekali pun bu Lusi telah berbicara keras dan melarang suaminya untuk mengulang kesalahan itu kembali. Bahkan, sang suami minta izin kepada istrinya agar diperbolehkan untuk menikah lagi. Sepertinya bu Lusi sekarang memang berada dalam situasi yang berat, dimana ia sangat menyayangi putranya dan ingin mempertahankan rumah tangganya. Namun di sisi lain, ia tidak bersedia apabila dimadu oleh suaminya. Dengan pertimbangan yang cukup matang, akhirnya bu Lusi menginginkan bercerai dengan suaminya. Ia menganggap ini adalah jalan terbaik untuk kehidupannya dan anaknya, daripada ia harus hidup menderita diantara suami dan istri barunya.

Hari demi hari telah dilewati bu Lusi hanya bersama seorang putranya. Namun situasi saat ini sangatlah berbeda dibanding kehidupannya yang dulu. Ia merawat putranya seorang diri tanpa ada penghasilan yang pasti. Hanya kepada orang tuanyalah bu Lusi berpulang dengan perasaan sedih dan malu. Ia juga merasakan kekecewaan yang mendalam dengan perilaku suaminya yang tidak bertanggung jawab atas keluarganya. Tidak seperti sifat sebelumnya yang selalu gigih dan pantang menyerah dalam menghadap segala sesuatu, kini bu Lusi menjadi seorang yang rapuh dan tidak berdaya. Ia kehilangan akal sehat, ia merasa kehilangan hidupnya dan tak mampu lagi menatap masa depan.

Dalam keadaan yang buruk tersebut, orang tuanya menyarankan bu Lusi untuk datang ke Guru Kesuksesan agar mendapatkan pencerahan batin. Pada akhirnya, ia bertemu dengan saya secara langsung. Ia menceritakan segala kegundahannya tersebut dengan tidak berdaya, bahkan tidak jarang dengan meneteskan air mata. Secara perlahan saya membuka mata hatinya dan menjernihkan pikirannya. Jauh dari rezeki dan bercerai dengan suami memang merupakan cobaan hidup yang tidak ringan, namun semua itu sebenarnya hanyalah maksud Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Perlu diingat bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan kita. Jadi, semua permasalahan hidup yang kita hadapi pastinya dapat diselesaikan dengan cara bijaksana.

Dalam keadaan yang sulit sekalipun, kita harus berpikir secara konstruktif. Jangan sampai kita mengikuti arus negatif pemikiran kita karena hal itu justru akan membawa pengaruh yang lebih buruk lagi, dan pastinya akan jauh dari penyelesaian masalah. Saya mengajarkan bu Lusi untuk merasakan kehadiran Guru Kesuksesan yang ada dalam dirinya. Pada awalnya, bu Lusi merasa ragu-ragu dan sedikit tidak percaya bahwa sesungguhnya manusia diciptakan dengan memiliki sebuah daya hidup hebat yang dapat mempengaruhi kehidupan, bahkan mampu menyembuhkan berbagai penyakit yang kita derita. Hal itu lalu direnungkan oleh bu Lusi dan ia pun berjanji untuk memberdayakan dan memanfaatkan kehadiran Program Guru Kesuksesan dengan berdoa : ”Dengan Kuasa dan kehendakmu ya Tuhan, melalui kecerdasan Guru Kesuksesan, daya penyembuhan Guru Kesuksesan akan mengalir melalui tubuh saya mulai detik ini juga.”

Sejak itu, Bu Lusi mulai menyadari bahwa apa yang ia alami memang suratan takdir yang tidak bisa dielakkan lagi. Ia mulai mengusir segala pikiran-pikiran negatif yang ada di dalam dirinya. Dia mulai berdiri kembali dan menciptakan senyuman di setiap langkah hidupnya. Dalam kesendiriannya, ia sering mengungkapkan suara batin ini : ”Dalam kondisi yang sangat mantap dan melalui proses kecerdasan Guru Kesuksesan, saya bertekad melepas seluruh perasaan negatif karena keresahan emosi, ketegangan, rasa bersalah, kekecewaan, kemarahan serta berharap agar semua emosi negatif ini berubah menjadi kehidupan baru yang lebih berarti.”  Ia kembali menata kehidupannya seperti sedia kala dan berusaha untuk mengulang kembali kesuksesannya dengan meniti kembali karirnya di bidang tataboga. Ia membuka kembali cateringnya, namun kini tanpa sejumlah karyawan yang membantunya. Dengan dukungan orang tua pula, kini bu Lusi menjalani kehidupannya dengan lebih bersemangat dan lebih sabar dalam menghadapi segala sesuatu.

Selang waktu satu bulan, Bu Lusi kembali mengunjungi Guru Kesuksesan, namun kini  bukan karena bersedih hati. Ia datang untuk mengungkapkan rasa bahagia dengan ucapan terima kasih atas segala bimbingan dan pencerahan yang telah saya berikan. Kini usahanya kembali lancar sehingga ia mampu memenuhi kebutuhan hidupnya seperti dulu. Cateringnya kembali laris, kehidupannya pun menjadi semakin berkualitas. Ia tampak bahagia menggandeng putra tunggalnya meskipun tanpa suami di sisinya. Bu Lusi bangga menjadi single parent karena ia semakin memahami kepribadian putranya dan menjadi orang tua seutuhnya. Kini bu Lusi menjadi manusia baru setelah merasakan kecerdasan Guru Kesuksesan yang dianugerahkan oleh Allah. Ia mampu melenyapkan segala permasalahan hidup di masa lalun dan berusaha membuka lembaran baru untuk mengisi kehidupannya dengan kedamaian dan kebahagiaan.

Ternyata Tuhan telah menyelamatkan kehidupan Bu Lusi seutuhnya. Coba pikir, bagaimana jika Tuhan tidak memberikan cobaan tersebut kepadanya? Mungkin saja kini dia melupakan Sholat atau masih bingung bagaimana memulai usahanya kembali dengan segala tindakan yang konstruktif. Mungkin pula ia hanya akan menerima nasib tanpa adanya usaha dari dalam diri untuk memanfaatkan Guru Kesuksesan. Dengan mengenyam cobaan tersebut, bu Lusi menjadi sosok yang lebih baik dan dewasa. Ia menjadi sadar bahwa sebenarnya kecerdasan Guru Kesuksesan telah bersemayam di dalam dirinya, hanya keberadaannya belum ia sadari dan manfaatkan dengan baik. Sungguh kebesaran Tuhan memang tiada tara. Rupanya segala hal yang diberikan Tuhan kepada bu Lusi tersebut bukanlah cobaan, melainkan anugerah besar. Anugerah ini telah menyadarkannya untuk menjalani kehidupan ini dengan segala pemikiran dan tindakan konstruktif yang sesuai dengan aliran kecerdasan Guru Kesuksesan